Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Raden Ngabehi Rangga Warsita atau yang sering dipanggil Ronggowarsito adalah putra dari Mas Pajangswara dan cucu dari Yasadipura II, pujangga besar Kasunanan Surakarta. Ayahnya merupakan keturunan Kesultanan Pajang sedangkan ibunya adalah keturunan dari Kesultanan Demak. Beliau mempunyai nama asli Bagus Burham.

Sewaktu muda Beliau terkenal nakal dan gemar judi. Ia dikirim kakeknya untuk berguru agama Islam pada Kyai Imam Besari pemimpin Pesantren Gebang Tinatar di desa Tegalsari (Ponorogo). Pada mulanya ia tetap saja bandel, bahkan sampai kabur ke Madiun. Setelah kembali ke Ponorogo, konon, ia mendapat "pencerahan" di Sungai Kedungwatu, sehingga berubah menjadi pemuda alim yang pandai mengaji.
Ketika pulang ke Surakarta, Burham diambil sebagai cucu angkat Panembahan Buminoto (adik Pakubuwana IV). Ia kemudian diangkat sebagai Carik Kadipaten Anom bergelar Mas Pajanganom tanggal 28 Oktober 1819.
Pada masa pemerintahan Pakubuwana V (1820 – 1823), karier Burham tersendat-sendat karena raja baru ini kurang suka dengan Panembahan Buminoto yang selalu mendesaknya agar pangkat Burham dinaikkan.
Pada tanggal 9 November 1821 Burham menikah dengan Raden Ayu Gombak dan ikut mertuanya, yaitu Adipati Cakradiningrat di Kediri. Di sana ia merasa jenuh dan memutuskan berkelana ditemani Ki Tanujoyo. Konon, Burham berkelana sampai ke pulau Bali di mana ia mempelajari naskah-naskah sastra Hindu koleksi Ki Ajar Sidalaku.

Bagus Burham diangkat sebagai Panewu Carik Kadipaten Anom bergelar Raden Ngabei Ronggowarsito, menggantikan ayahnya yang meninggal di penjara Belanda tahun 1830. Lalu setelah kematian kakeknya (Yasadipura II), Ranggawarsita diangkat sebagai pujangga Kasunanan Surakarta oleh Pakubuwana VII pada tanggal 14 September 1845.  Pada masa inilah Ranggawarsita melahirkan banyak karya sastra. Hubungannya dengan Pakubuwana VII juga sangat harmonis. Ia juga dikenal sebagai peramal ulung dengan berbagai macam ilmu kesaktian.  Naskah-naskah babad cenderung bersifat simbolis dalam menggambarkan keistimewaan Ranggawarsita. Misalnya, ia dikisahkan mengerti bahasa binatang. Ini merupakan simbol bahwa, Ranggawarsita peka terhadap keluh kesah rakyat kecil.

Ranggawarsita hidup pada masa penjajahan Belanda. Ia menyaksikan sendiri bagaimana penderitaan rakyat Jawa, terutama ketika program Tanam Paksa dijalankan pasca Perang Diponegoro. Dalam suasana serba memprihatinkan itu, Ranggawarsita meramalkan datangnya kemerdekaan, yaitu kelak pada tahun Wiku Sapta Ngesthi Janma.  Kalimat yang terdiri atas empat kata tersebut terdapat dalam Serat Jaka Lodang, dan merupakan kalimat Suryasengkala yang jika ditafsirkan akan diperoleh angka 7-7-8-1. Pembacaan Suryasengkala adalah dibalik dari belakang ke depan, yaitu 1877 Saka, yang bertepatan dengan 1945 Masehi, yaitu tahun kemerdekan Republik Indonesia.  Pengalaman pribadi Presiden Soekarno pada masa penjajahan adalah ketika berjumpa dengan para petani miskin yang tetap bersemangat di dalam penderitaan, karena mereka yakin pada kebenaran ramalan Ranggawarsita tentang datangnya kemerdekaan di kemudian hari.

Sekian posting dari saya Terimakasih ^_^ Jangan lupa komentar yha,

Referensi :  http://id.wikipedia.org/wiki/Rangga_Warsita
Meneruskan posting sebelumnya tentang Yasadipura 1, kali ini saya akan memposting tentang Yasadipura 2 atau  Tumenggung Sastronagoro. Beliau merupakan putra dari Yasadipura 1. Beliau lahir di Surakarta, dan wafat tahun 1844. Beliau adalah pujangga Kasunanan Surakarta yang berkarya pada masa pemerintahan Pakubuwana IV sampai Pakubuwana VII.

Sastronagoro juga bergelar Mas Pajangwasistho, karena ia merupakan keturunan raja-raja Kesultanan Pajang.Yasadipura II menghasilkan sejumlah karya sastra. Antara lain yang terkenal ialah
  • Serat Babad Pakepung, yaitu sebuah dokumen sejarah tentang peristiwa pengepungan keraton Surakarta oleh gabungan pasukan VOC, Yogyakarta, dan Mangkunegaran pada tahun 1790.

Yasadipura II merupakan kakek dari Ranggawarsita, pujangga besar Surakarta selanjutnya. Sewaktu masih kecil, Ranggawarsita sangat dimanja oleh Yasadipura II, sehingga cucunya itu tumbuh menjadi anak yang nakal dan gemar berjudi. Namun berkat gemblengan sahabat Yasadipura II, yang bernama Kyai Imam Besari dari Ponorogo, sifat buruk Ranggawarsita dapat berubah.

Yasadipura II meninggal dunia tanggal 21 April 1844. Setahun kemudian, yaitu 1845, Ranggawarsita diangkat sebagai pujangga keraton Surakarta menggantikan kedudukannya.

Sekian posting dari saya Terimakasih ^_^ Jangan lupa komentar yha,
Sebentar lagi adalah ulang tahun kota Solo, maka postingan kali ini berkaitan dengan sejarah kota Solo, dan saya akan memposting tentang salah satu tokoh penting kota Solo yaitu Yasadipura 1.
Raden Ngabei Yasadipura Tus Pajang atau yang lebih terkenal dengan sebutan Yasadipura I  lahir tahun 1729, dan wafat tahun 1802. Beliau adalah pujangga besar dari Kasunanan Surakarta yang hidup pada masa awal berdirinya kerajaan tersebut.
Nama aslinya adalah Bagus Banjar, putra Tumenggung Padmanegara bupati Pekalongan. Ayahnya ini masih keturunan Sultan Hadiwijaya raja Pajang. Sewaktu kecil Yasadipura I pernah berguru pada Kyai Honggomoyo, seorang ulama dari padepokan Magelang.

Yasadipura I menjabat sebagai pujangga pada masa pemerintahan Pakubuwana III, dan Pakubuwana IV. Tempat kediamannya disebut dengan nama Yasadipuran, yang kemudian diwariskan kepada putranya, yang bergelar Yasadipura II.

Yasadipura I meninggal dunia tahun 1802, yang juga merupakan tahun kelahiran cicitnya, bernama Ranggawarsita. Kelak, Ranggawarsita inilah yang mewarisi kepujanggaan Yasadipuran dari kakeknya, Yasadipura II.

Yasadipura I dimakamkan di daerah Pengging, sekitar 15 km di sebelah barat Surakarta.

Yasadipura I dianggap sebagai pujangga terbesar Pulau Jawa selama abad ke-18. Ia menghasilkan sejumlah karya sastra yang bernilai tinggi. Empat karyanya yang paling monumental berupa saduran dari karya sastra bahasa Jawa Kuna terkenal, yaitu:

  •     Serat Rama, saduran dari Kakawin Ramayana
  •     Serat Bratayuda, saduran dari Kakawin Bharatayuddha
  •     Serat Mintaraga, saduran dari Kakawin Arjuna Wiwaha
  •     Serat Arjuna Sasrabahu, saduran dari Kakawin Arjuna Wijaya

Keempat naskah di atas digubah dalam bentuk syair macapat dengan bahasa Jawa baru. Beberapa baitnya masih sering dikumandangkan sebagai suluk oleh para dalang dalam pementasan wayang hingga sekarang.

Karya Yasadipura I lainnya adalah Serat Menak, berupa saduran dari Hikayat Amir Hamzah yang berbahasa Melayu. Kisah ini bercerita tentang kepahlawanan Hamzah bin Abdul-Muththalib paman Nabi Muhammad.

Selain itu, Yasadipura I juga menghasilkan dokumen sejarah yang teliti, berjudul Babad Giyanti, yaitu berkisah tentang pembelahan wilayah Kasunanan Surakarta tahun 1755 yang menandai lahirnya Kesultanan Yogyakarta.

Sekian posting dari saya Terimakasih ^_^ Jangan lupa komentar yha,

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Yasadipura_I
Lo Siaw Ging, biasanya disebut Dokter Lo, adalah seorang dokter keturunan Tionghoa di Surakarta, Jawa Tengah. Pria 78 tahun yang populer tidak hanya untuk diagnosis yang benar dan pengobatan yang efektif, tetapi juga untuk tidak memerlukan biaya tetap.
Setiap hari kecuali Minggu, puluhan pasien pak kamarnya menunggu. Mereka datang dari semua lapisan masyarakat: becak, pedagang kaki lima, buruh pabrik, karyawan swasta, PNS dan pengusaha. Mereka juga termasuk pasien dari kota-kota sekitarnya. Dr Lo adalah khusus untuk membuat tidak ada perbedaan antara memperlakukan si kaya dan si miskin. Dia bahkan kesal jika pasien bersikeras membayar jika di bawah kendala keuangan.Lo juga membantu masyarakat miskin membayar untuk obat dia mengatur dengan meminta apotek yang relevan untuk mengumpulkan tagihan bulanan.
Dia melakukan hal yang sama untuk pasien rawat inap di rumah sakit tempat dia bekerja, Kasih Ibu Hospital. Akibatnya, Lo harus membayar tagihan senilai Rp 8 juta (US $ 860) untuk 10 juta per bulan. Jika biaya pengobatan cukup besar, seperti dalam kasus bedah, ia berusaha donor yang siap untuk berkontribusi secara anonim.
"Untungnya banyak orang masih percaya padaku," katanya. Di mata warga yang kurang beruntung, Lo memang dipandang sebagai malaikat penyelamat. Ia menentang logika biaya medis yang melampaui kemampuan keuangan masyarakat miskin. Apa yang dia lakukan tampaknya menantang gurauan saat ini, "Orang miskin tidak boleh sakit."



 

"Saya tahu mana pasien mampu membayar dan mana yang tidak bisa. Mengapa mereka harus membayar biaya dokter hanya tidak mampu untuk membeli beras nanti? Anak-anak mereka harus disayangkan jika mereka kurang makan, "jelasnya.
Berbicara dengan nada tegas dan menuntut, Lo sering menasihati pasiennya untuk menyepelekan keluhan mereka. Sekali, ia menjadi marah pada seorang ibu rumah tangga yang mengambil anaknya kepadanya setelah menjalankan suhu selama empat hari.
"Sejauh ini banyak orang telah mempertahankan sikap seperti. Penyakit tidak dapat dibebaskan tanpa obat sehingga kita harus melihat dokter segera. Self-diagnosis harus dihindari, "katanya.

 

Namun Lo dicintai oleh banyak orang dan tetap menjadi referensi medis atas orang miskin. Di sisi lain, lulusan Universitas Airlangga Surabaya merasa apa yang dia telah lakukan adalah tidak ada yang istimewa dan dengan demikian perlu berlebihan.
"Ini adalah tugas dari dokter untuk membantu pasien mereka sembuh dengan cara apapun. Saya hanya membantu orang yang membutuhkan bantuan medis. Tidak ada yang aneh tentang itu, "kata dokter, yang praktek di kediamannya di Kampung Jagalan, Solo.
Lahir di Magelang pada 16 Agustus 1934, Lo dibesarkan oleh keluarga dalam bisnis tembakau. Orang tuanya, Lo Ban Tjiang Nio dan Liem hwat, membiarkan anak-anak mereka kebebasan untuk memilih apa yang mereka ingin menjadi. Jadi Lo menghadiri sekolah tinggi di Semarang, untuk sekolah yang sama di Magelang dianggap inferior.
Setelah SMA, ia mengungkapkan minatnya dalam belajar kedokteran, yang ayahnya menanggapi dengan menasihatinya bahwa menjadi dokter dan melakukan bisnis tidak akan pergi bersama-sama dengan baik. Lo menafsirkan nasihat berarti bahwa dokter seharusnya tidak hanya mengejar keuntungan materi karena tugas utama untuk membantu orang yang membutuhkan.
"Siapapun yang datang ke sini, miskin atau kaya, layak layanan yang tepat. Membantu orang tidak harus menunjukkan diskriminasi dan seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketulusan. Profesi medis membantu orang sakit bukannya menjual obat-obatan, "katanya.
Seorang dokter sejak tahun 1963, Lo memulai karirnya di sebuah poliklinik, Tsi Sheng Yuan, yang dimiliki oleh Dr Oen Boen Ing (1.903-1.982), seorang dokter terkenal di Solo. Selama Orde Baru, poliklinik menjadi Panti Kosala Rumah Sakit, yang sekarang Dr Oen.
Selain bimbingan ayahnya, Lo mengatakan dia belajar banyak dari Dr Oen saat bekerja dengan pria itu selama 15 tahun. "Dia bukan hanya seorang dokter brilian tapi juga memiliki rasa yang tinggi kesopanan dan amal," kenang mantan direktur Rumah Sakit Kasih Ibu.
Prinsipnya dalam membantu orang yang membutuhkan juga terbukti selama waktu kritis. Ketika anti-Kerusuhan Cina Mei 1998 pecah, Lo melanjutkan prakteknya meskipun peringatan tetangganya 'dari situasi berbahaya, terutama bagi warga keturunan Tionghoa, mendorong mereka untuk mengawasi rumah dokter.
"Banyak orang yang membutuhkan bantuan, termasuk korban kerusuhan, bagaimana aku bisa menolaknya? Jika semua dokter telah berhenti berlatih, siapa yang akan memperlakukan pasien "tanya? Lo,.



Sampai kerusuhan berakhir dan situasi kembali normal, tinggal Lo tetap tidak terganggu. Bahkan, banyak rumah-rumah di sekitarnya telah dijarah dan dibakar oleh perusuh.Sekarang mendekati usia 80, Lo masih berlatih setiap hari 06:00-08:00 di rumah, dan melihat pasiennya 09:00-02:00 di Kasih Ibu. Setelah jeda dua jam, ia kembali membuka praktik rumahnya sampai 8 pm"Selama aku cukup kuat, aku tidak berpikir untuk pensiun belum. Seorang dokter hanya akan pensiun ketika tidak ada yang bisa dilakukan. Layanan saya memberi saya kepuasan bahwa tidak ada uang bisa membeli, "kata dokter, yang telah selama beberapa tahun terakhir menggunakan tongkat.Menurut Lo, istrinya telah memiliki peran utama dalam meningkatkan karirnya. Tanpa dorongan, kata Lo, ia tidak akan pernah berhasil, cara dia. "Dia adalah wanita yang indah. Saya beruntung menjadi pasangannya, "kata Lo tentang wanita yang menikah pada tahun 1968.Dalam profesi selama puluhan tahun, bahkan pernah mengarahkan sebuah rumah sakit besar, Lo terus menjalani hidup sederhana dengan istrinya di sebuah rumah tua yang relatif sama seperti ketika dibangun, kecuali untuk beberapa cat baru. Ini bukan sebuah mansion megah dan bertingkat seperti tempat tinggal kebanyakan dokter 'baik."Rumah ini cukup besar untuk kami berdua. Jika saya mendapatkan lebih, biarkan dibagi dengan orang yang membutuhkan. Kami hanya ingin hidup benar. Saya sangat bersyukur bisa mencapai usia saya, berarti lebih banyak kesempatan untuk membantu orang lain, "tambah Lo, yang 43 tahun menikah dengan Gan May Kwee telah beranak.Dengan obat yang mahal, layanan rumah sakit sering tidak memuaskan dan sebagian besar dokter materialistik, kehadiran Lo memang seperti embun menyegarkan. Hanya beberapa dokter seperti Dr Lo dapat ditemukan hari ini.


Sekian posting dari saya Terimakasih ^_^ Jangan lupa komentar yha,
SIAPA tak kenal Rumah Sakit Dr Oen? Bagi warga Solo dan sekitarnya, nama rumah sakit di kawasan Kandang Sapi, Jebres, Surakarta itu cukup familiar.
Nama tersebut berasal dari nama Dr
Oen Boen Ing. Lahir di Solo 3 Maret 1903, Oen kecil dibesarkan dalam lingkungan keluarga pedagang tembakau yang kaya raya.
Sejak lulus sekolah menengah, dirinya ingin menjadi dokter. Sayang, hal itu mendapatkan tentangan dari keluarga.
"Jangan jadi dokter, karena pasti hanya sibuk mencari kekayaan dengan membebani orang yang sakit," kata keluarga besarnya. Tapi Oen nekat mendaftar ke School tot Opleiding van Inlands Arsten (STOMA) di Batavia (kini Jakarta).
Lulus tahun 1932, dia langsung, kembali ke kota kelahirannya.
Ingin mengikuti jejak kakeknya yang seorang sinshe, ahli pengobatan tradisional Tionghoa, Oen juga membuka praktek pengobatan. Hanya, dia melakukannya dengan cara Barat.




Sikap kakeknya yang tidak meminta bayaran kepada pasien, juga diikuti Oen.
"Tugas dokter menyembuhkan orang sakit, tidak ada yang lain," katanya.
Memberikan pertolongan pada semua orang sakit tanpa memandang etnis, suku, agama dan tingkat Sosial adalah falsafah hidupnya. Ongkos berobat tidak ditentukan, pasien cukup memasukkan uang yang diikhlaskan pada kotak yang disediakan.
Yang tidak bisa menebus resep yang
diberikan, bisa mengajukan permintaan agar dibayar oleh Dr
Oen.

Senang Angka 3
Salah satu keunikan lain Boen Ing adalah selalu membuka praktik sejak pukul tiga dini hari.
"Saya dilahirkan tanggal 3 bulan 3 tahun 1903. Maka semua karya saya sebaiknya dimulai dengan angka 3," jawabnya saat ditanya oleh seorang kawan.

Keluarga besar Mangkunegara selalu minta bantuan dalam pengobatan dan melahirkan kepadanya. Sri Mangkunegara IX yang menjadi pimpinan Pura Mangkunegaran sekarang, lahir dibidaninya tahun 1951 dan diberi nama. Wu Yi di depan nama yang diberi keluarganya, Sudjiwo. Atas pengabdian yang tulus itu, Dr
Oen dikaruniai gelar oleh pemerintah RI Satya Lencana Bakti Sosial, dan oleh Sri Mangkunegoro VIII dengan gelar Kanjeng Raden Tumenggung OBI Darmo Husodo.
Ketika wafat tahun 1993, Sri Mangkunegara IX menaikkan gelarnya menjadi Kanjeng Raden Mas Tumenggung Haryo OBI Darmo Husodo.

Itulah sedikit tulisan saya tentang Dr. Oen, Seorang Anak Saudagar yang menjadi Dokter yang Merakyat dan sekarang namanya dijadikan sebagai nama salah satu Rumah Sakit di Kota Solo.
Tulisan ini saya dedikasikan kepada ayah saya yang beberapa hari lalu menjalani operasi, di rumah sakit ini.

(diolah dari berbagai sumber-63)

Sekian posting dari saya Terimakasih ^_^ Jangan lupa komentar yha,

Jokowi | Profil Jokowi Walikota Solo


Jokowi merupakan panggilan akrab walikota solo dengan nama joko widodo merupakan walikota solo yang merubah kota solo menjadi kota yang berseri tanpa korupsi serta penataan kota solo sebagai pusat ekonomi dan budaya dengan moto "Solo Spirif Of Java". Berawal dari seorang pengusaha kemudian di beri amanah rakyat sebagai orang nomor satu di solo menjadikan kota solo sebagai kota ekonomi dan budaya.
Keberhasilan Jokowi menata kota solo di mulai dari merelokasi pedagang barang bekas di taman banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya.

Presiden SOLO, Ir.JOKO WIDODO (JOKOWI)
Dan pada 2008 jokowi di pilih majalah tempo sebagai salah satu 10 tokoh, bahkan jokowi di gadang-gadang akan di calonkan menjadi gubernur DKI oleh partai pengusungnya yakni PDI Perjuangan.

Beberapa hal yang mungkin Anda perlu tahu tentang Joko Widodo, Walikota Solo

- Dua kali terpilih menjadi Walikota Solo dengan perolehan suara pada periode kedua lebih dari 90%
- Beliau tidak pernah mengambil gajinya sebagai walikota (berkisar Beliau sebenarnya tidak antusias (tidakàsekitar +/- 7-8 juta rupiah) menginginkan membicarakan masalah ini, mem-blow up masalah ini).
- Beliau setiap hari hanya duduk dikantor +/- 2-3 jam, selebihnya terjun langsung ke lapangan, sidak, dll.
- Beliau adalah seorang yang pro rakyat; pro pasar, pro pengusaha (kecil), namun bukan seorang yang anti investasi dan pengusaha-pengusaha. Beliau sangat selektif mengurusi masalah pembangunan (apalagi menyangkut kehidupan rakyat nya).
- Beliau menggunakan mobil dinas pribadi nya yang sudah 10 tahun belakangan dari walikota sebelumnya belum pernah diganti (menurut cerita pernah beberapa kali mogok, namun tidak lantas sampai mengganggu aktivitasnya).
- Beliau adalah seorang pemimpin yang tegas, terbukti beberapa perangkat dibawahnya yang tidak mengikuti “cara” beliau, akan segera ditinggal oleh nya.

Sebenarnya masih banyak sekali hal-hal yang yang di lakukan dari Jokowi untuk rakyatnya. Nah pemimpin inilah yang yang di perlukan di seluruh indonesia. berikut ini sedikit profil dari jokowi

Profil Jokowi :
Nama : Ir. Joko Widodo
Nama Akrab : Jokowi
Tempat Tanggal Lahir : Surakarta, 21 Juni 1961
Partai politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Lulusan : Universitas Gadjah Mada 1985
Pekerjaan : Pengusaha
Agama : Islam
Profil Facebook : jokowi
Akun twitter : jokowi_do2
Email: jokowi@indo.net.id
Alamat Kantor : Jl. Jend. Sudirman No. 2 Telp. 644644, 642020, Psw 400, Fax. 646303
Alamat Rumah Dinas : Rumah Dinas Loji Gandrung Jl. Slamet Riyadi No. 261 Telp. 712004
HP. 0817441111

Karir:
- Pendiri Koperasi Pengembangan Industri Kecil Solo (1990)
- Ketua Bidang Pertambangan & Energi Kamar Dagang dan Industri Surakarta (1992-1996)
- Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia Surakarta (2002-2007)
Penghargaan:
- Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008"
- Menjadi walikota terbaik tahun 2009
- Pak Joko Widodo jg meraih penghargaan Bung Hatta Award, atas kepemimpinan dan kinerja beliau selama membangun dan memimpin kota Solo.

selain itu, berkat kepemimpinan beliau (dan tentunya semua pihak yg membantu), kota Solo jg banyak meraih penghargaan, di antaranya
- Kota Pro-Investasi dari Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah
- Kota Layak Anak dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan
- Wahana Nugraha dari Departemen Perhubungan
- Sanitasi dan Penataan Permukiman Kumuh dari Departemen Pekerjaan Umum




Solo — Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Kamis (10/11), ada wacana mengusulkan Almarhum Gesang Martohartono –Sang maestro musik keroncong yang menjadi legenda di Indonesia– menjadi pahlawan. Sebelumnya, Selasa (8/11), di Istana Negara Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada sejumlah tokoh, di antaranya Sri Susuhunan Paku Buwono X yang pernah menjadi Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Jokowi Siap Bantu Usulkan ke Kemensos  


Almarhum Gesang Martohartono tutup usia pada 20 Mei 2010 lalu atau saat mencapai usia 92 tahun.

 Sejumlah pihak berharap Mbah Gesang diusulkan untuk mendapat gelar pahlawan. Salah satu alasannya, Gesang dengan karya monumentalnya lagu "Bengawan Solo" telah membuat bangsa Indonesia menjadi semakin dikenal di dunia.
Wacana mengusulkan Gesang menjadi pahlawan disambut baik sekaligus didukung Walikota Solo, Joko Widodo. “Beliau (Almarhum Gesang –Red) adalah tokoh yang sangat layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Nama dan karyanya sangat melegenda tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional, mengharumkan nama Solo dan bangsa Indonesia. Sangat pantaslah kalau beliau dianugerahi gelar itu sebagai penghargaan,” kata Jokowi, di Solo, baru-baru ini.
Untuk mengusulkan seseorang menjadi pahlawan memang tidak mudah. Bahkan, tokoh sekelas HM Soeharto dan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (dua mantan presiden)  yang sebelumnya banyak diusulkan agar dianugerahi gelar pahlawan, hingga kini juga belum dikabulkan pemerintah.
"Harus dilakukan kajian-kajian ilmiah dan akademis, seminar dan workshop tentang kehidupan dan karya-karya Almarhum Gesang. Dan ketika semua persyaratan itu lengkap, saya akan berikan rekomendasi agar usulan itu bisa diterima untuk diproses di Kementerian Sosial," tambahnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, Budi Suharto, mengatakan, apa yang telah ditorehkan dari sepak terjang Almarhum Gesang perlu dikuatkan. "Artinya perlu penguatan monumental yang menjadi prestasi Almarhum Gesang selama hidupnya,” ujarnya. (*/berbagai sumber)