Showing posts with label wisata Solo. Show all posts
Solo the spirit of Java, sebagai kota yang menjadi pusat budaya, kota ini selalu menyajikan event-event budaya kepada masyarakat. Salah satu event budaya yang ada di kota Bengawan ini ialah SIPA, Solo International Performing Arts, sebuah event pertunjukan seni budaya tahunan berskala Internasional.

Berbagai seni budaya ditampilkan di atas panggung megah gelaran Solo International Performing Arts.Mulai dari seni tari, seni musik, hingga seni teater.

Para pelaku seni dari berbagai belahan dunia ikut mengambil bagian dalam gelaran ini. Mulai dari negara tetangga Malaysia, kemudian Jepang, China, Korea Selatan, India, Inggris, Swedia, dan beberapa negara lain mengirim para seniman terbaik mereka. Mereka menunjukkan kemampuan terbaik mereka untuk semua masyarakat yang menyaksikan acara ini.

SIPA sendiri diselenggarakan pertama kali pada tahun 2009 dan sekarang tercatat sebagai event tahunan kota Solo.

Berikut ini pelaksanaann SIPA dari tahun ke tahun.

Solo International Performing Art 2009 (SIPA 2009)
Tema : "Arts Brings Unity, Unity Brings Harmony"
Waktu : 7 Agustus 2009 - 10 Agustus 2009
Lokasi : Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, indonesia

SIPA 2010
Tema : "Nature Inspires The Soul of Art"
Waktu : 16 Juli 2010  - 18 Juli 2010
Lokasi : Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, Indonesia

SIPA 2011
Tema : “Glorious Mask” menggambarkan segala kehidupan
yang berjaya di balik topeng.
Waktu : 1 Juli 2011 - 3  Juli 2011
Lokasi : Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, Indonesia

SIPA 2012
Tema : "Save Our World"
Waktu : 28 September 2012 - 30 September 2012
Lokasi : Pamedan, Istana Mangkunegaran, Solo, Indonesia

Sipa 2013
Tema : "The Legend, History of World Culture"
Waktu : 20 September 2013 - 22 September 2013
Lokasi : Benteng Vastenberg, Solo, Indonesia



Acara ini terus mengeksplorasi bentuk keindahan untuk memanjakan para penonton. Dengan menjunjung tagline kota ini "Solo Kota Budaya", Solo International Performing Arts benar-benar senakin menguatkan bahwa Solo sebagai pusat budaya.

Untuk info lain, silahkan kunjungi : http://sipafestival.com
Masjid Agung Surakarta (Solo). Masjid ini dibangun tahun 1785 oleh Raja Surakarta, Paku Buwono III. Menggunakan kayu dari hutan Donoloyo. Arsitektur masjid merupakan perpaduan antara budaya Jawa clasical dan filsafat Islam.Sunan Kali Jaga, salah satu dari Wali Songo Islam di Indonesia, Beliau bermain gamelan di luar masjid untuk menarik masyarakat, dan menyebarkan nilai-nilai Islam dalam sambutannya.

Konon kubah (mustoko) Masjid itu pada zaman dulu dilapisi dengan emas murni seberat 7,5 kilogram terdiri dari uang ringgit emas ebanyak 192 buah. Pemasangan lapisan kubah Masjid itu diprakarsai oleh Sri Susuhunan PB VII pada tahun 1878 atau tahun Jawa 1786 dengan condro sangkolo “Rasa Ngesti Muji ing Allah”.
Tapi kubah emas itu sekarang sudah tidak ada lagi, entah dirawat atau atau dijual, lapisan emas murni itu tidak diketahui secara jelas keberadaannya. Konon, kubah berlapis emas itu juga pernah disambar petir sehingga porak poranda. Reruntuhannya ada yang diambil orang, lainnya tidak diketahui  dimana dirawat.

Letak Masjid tersebut tepat di depan Pasar Klewer maka para pedagang yang beragama Islam selalu memenuhi tempat tersebut bila saatnya tiba.

Arsitekturnya mengandung filsafat Islam. Bangunan utama masjid ini ditopang oleh 4 soko guru (tiang utama) dengan 12 saka rawa (tiang tambahan). Sekilas mirip dengan bangunan rumah joglo. Di sini juga terdapat mihrab dan mimbar untuk menyampaikan ceramah keagamaan.
Atap atas masjid mengandung makna 4 filsafat Islam, yaitu:
•    Syariat (syari'ah - kehidupan tindakan),
•    Tarekat (thariqah - jalan kontemplatif Islam),
•    Hakekat (Esensi atau Kebenaran Ilahi) &
•    Ma'rifat (Pencapaian Kebenaran).
Itu adalah filsafat tasawuf.

Masjid Agung ini juga dilengkapi dengan sebuah menara yang indah menyerupai menara kutub Minar di India. Namun ada juga yang menyebutkan bahwa menara adzan masjid ini menyerupai lingga.

Di samping masjid, ada kompleks untuk pengurus masjid, yang sudah sangat setia di sana.
sejak zaman Keraton Kasunanan Surakarta masih berjaya, maupun zaman penjajahan Belanda, Masjid ini menjadi barometer kemajuan umat Islam di kota Solo dan sekitarnya. Sampai sekarang pun fungsinya masih sama.
Sekian posting dari saya Terimakasih ^_^ Jangan lupa komentar yha,

Selain mempunyai sentra produsen di kampung Batik Laweyan dan Kauman, Kota Solo juga mempunyai pasar penjualan kain batik, pasar ini merupakan pusat dari pasar batik di Indonesia, pasar tersebut adalah pasar Klewer.

sumber:joglosemar.co.id
Pasar yang bersebelahan dengan keraton Kasunanan Surakarta ini, merupakan surga belanja bagi wisatawan yang cinta akan batik. Di pasar ini koleksi batiknya beraneka ragam, baik dari jenis maupun motifnya, harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Kenapa disebut Pasar Klewer?
Asal usul nama Pasar Klewer yaitu karena para pedagang di sini menjajakan batiknya dengan cara dipanggul di pundak, sehingga batiknya terlihat berkleweran atau berjuntaian. Karena itulah pasar ini disebut dengan nama Pasar klewer.

Selain batik Solo (batik asli Surakarta), sentra grosir kain batik terbesar di Indonesia ini juga menyediakan ragam batik dari daerah-daerah lain, seperti Banyumas, Yogyakarta, Pekalongan, Madura, Betawi, dan kota-kota lainnya.

Selain batik, pasar ini juga menjual barang kebutuhan lain, seperti aneka kerajinan, barang keperluan rumah tangga, pakaian non batik, dan lainnya.

sumber jajanku.com
Jika telah lelah berbelanja mengelilingi pasar tekstil ini, Anda dapat berjalan ke depan ataupun samping pasar. Berbagai wisata kuliner Solo telah siap menjadi tempat melepas lelah sekaligus mencicipi aneka makanan khas Solo. 
Solo, Kota yang berslogan, "Solo The Spirit Of Java", slogan ini memang sangat pas disematkan pada kota ini, kota Solo merupakan kota yang penuh dengan tradisi yang banyak mengundang wisatawan lokal maupun mancanegara, salah satu tradisi yang paling populer yaitu Sekaten dan Grebeg Maulud, acara yang diadakan tiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan acara yang dinanti masyarakat dari dalam maupun luar kota Solo tiap tahun.

Maulid adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam ajaran Islam. Banyak tiap daerah di Indonesia yang merayakan perayaan ini. Solo juga menggelar perayaan Maulid Nabi dengan meriah dan khidmat. Ada dua acara penting dan besar, yaitu Sekaten dan Grebeg Maulud. Dua acara besar yang mengundang banyak wisataan untuk melihatnya dari dekat.

Sekaten adalah upacara perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Upacara ini berlangsung selama 7 hari, dan di tahun ini jatuh pada tanggal 17 - 24 Januari 2013. Sekaten merupakan tradisi peninggalan dari Kerajaan Demak. Konon, nama Sekaten berasal dari bahasa Arab, yaitu syahadatain. Ternyata, upacara Sekaten sangat erat dengan sejarah penyebaran agama Islam di Solo.





Selain itu, terdapat pasar malam dalam perayaan Sekaten. Pasar malam berlangsung selama perayaan Sekaten, bahkan berminggu-minggu sebelumnya. Pasar malam tersebut berada di alun-alun utara Solo. Di dalam.pasar malam, ada banyak jenis permainan seperti, komedi putar, odong-odong, tong setan, rumah hantu dan masih banyak lagi. Serta banyak penjual makanan yang menjajakan kuliner-kuliner
khas Solo.
Puncak acara sekaten adalah saat Grebeg Maulud. Grebeg Maulud bertepatan pada tanggal 24 Januari 2013 tahun ini atau tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Islam.
Dalam Grebeg Maulud terdapat gunungan, yaitu acara puncak dari rangkaian upacara perayaan Maulid Nabi. Gunungan berisi hasil-hasil bumi berupa kacang-kacangan, buah, berbagai macam sayuran dan masih banyak lagi yang disusun melingkar. Hasil-hasil bumi di gununggan adalah hasil-hasil bumi yang terbaik di Solo.


 
Grebeg Maulud ditandai dengan dikeluarkannya gunungan makanan dari dalam kompleks kraton dan dibawa menuju Masjid Agung.Kraton. Gunungan tersebut akan direbutkan oleh masyarakat Solo.
Setiap orang akan bersaing sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan hasil-hasil bumi yang berada di dalam gunungan.
Bukan hanyak karena kualitas hasil buminya, namun gunungan dipercaya juga menyimpan banyak rezeki dan berkah. Sebelum diperebutkan, gunungan di doakan terlebih dulu di dalam keraton agar menjadi berkah bagi masyarakat Solo.
Sebagai warisan dan adat turun menurun, tradisi seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan.

Sekian posting dari saya Terimakasih ^_^ Jangan lupa komentar yha,

Tempat ini merupakan wisata kuliner malam di Kota Solo yang diresmikan pada Minggu malam 13 april 2008. Kehadiran tempat wisata kuliner malam Gladag Langen Bogan semakin memperkuat Solo sebagai kota terkenal dengan sebutan kota yang tidak pernah tidur.
Gladag Langen Bogan Solo adalah arena kuliner yang hanya dibuka pada malam hari, berlokasi di sebelah timur bundaran Gladag, tepatnya di JL. Mayor Sunaryo depan Beteng Trade Center dan Pusat Grosir Solo. sebelah utra berbatasan dengan situs bersejarah Beteng Vastenburg. Jika siang hari tetap sebagai jalan raya, sedangkan pada malam hari jalan ditutup untuk menjadi arena kuliner.
Setiap malam selalu dipenuhi pengunjung baikm dari masyarakat Solo maupun yang datang dari luar Kota solo yang penasaran dengan wiasata kuliner malam ini,Gladag Langen Bogan merupakan salah satu pilihan baru sebagai salah satu tujuan wisata di kota Solo. Pusat jajanan malam hari ini menawarkan aneka macam makanan dan minuman khas tradisional yang sudah legendaris di Kota Solo.
Masyarakat dan wisatawan dapat menemukan dengan mudah berbagai makanan dan minuman seperti thengkleng, sate kere, mie thoprak, wedang ronde, wedang dongo, dan masih banyak lagi di Gladag Langen Bogan yang digelar di sepanjang jalan utama depan Pusat Grosir Solo dan Beteng Trade Center Gladag.
Pusat jajanan malam Gladag Langen Bogan imenutup arus lalu lintas utama jalan tersebut. Para penikmat kuliner dapat berkunjung sambil menikmati suasana kota Solo di malam hari dengan berjalan kaki di sepanjang Gladag Alun-Alun Utara.  Pada akhir pekan, tak hanya makanan dan minuman khas yang ditawarkan disini, sajian musik live dapat pula dinikmati para pengunjung dengan cuma-Cuma dan adanya fasilitas hotspot.
suasana Galabo
Buka pukul 17.00 - 24.00 WIB


Sekaten adalah festival rakyat tahunan yang diadakan pada tiap tanggal lima pada bulan Jawa Mulud  yakni bulan yang ketiga, sesuai dengan sistem kalender Jawa. Festival Sekaten Solo didedikasikan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Festival ini dimulai ketika dua gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari mulai dikumandangkan untuk gending ( komposisi musik Jawa) Rambu dan Rangkur. Berdasarkan sejarah, gending ini diciptakan oleh Wali Sanga di abad ke-15 untuk menarik orang-orang dalam penyebaran Islam. Untuk menarik perhatian orang, gamelan yang dibuat ulang dengan ukuran lebih besara agar suara berkumandang lebih keras agar menjangkau  orang-orang lebih jauh.
Sekaten berasal dari kata syahadatain atau syahadat. Syahadatain adalah dua kalimat yang diucapkan seseorang ketika akan memeluk agama Islam. Kalimat pertama adalah pengakuan kepada Allah yang dilambangkan dengan Gamelan Kyai Guntur Madu, sedangkan kalimat kedua  adalah pengakuan bahwa Muhammad SAW sebagai utusan Allah dilambangkan dengan Gamelan Kyai Guntur Sari. Pada masanya, Wali Sanga mendakwahkan Islam selama tujuh hari berturut-turut (Malam Sekaten) dengan latar gending gamelan

Ucapan Selamat Datang Sekaten



Sekarang ini, selain untuk mempertahankan budaya Jawa, Sekaten juga bertujuan untuk memenuhi sektor ekonomi dan pariwisata di area Solo. Beberapa ritual atau yang biasa dikenal sebagai Grebeg Mauludan masih dilestarikan sebagai tradisi dan daya tarik untuk menarik perhatian para wisatawan.
Keraton Surakarta adalah simbol dan cikal bakal kota Surakarta atau lebih dikenal kota Solo.  Keraton Surakarta, atau dalam nama resminya Keraton Surakarta Hadiningrat, merupakan sebuah tempat bersejarah yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke kota Solo. Dibangun secara bertahap sejak didirikan pertama di tahun 1744 oleh Sunan Paku Buwono II, menjadikan Keraton Surakarta sebuah tempat yang eksotis juga menyimpan banyak nilai sejarah.

Keraton Kasunanan Surakarta
Secara fisik Keraton Surakarta memiliki banyak kesamaan dengan Keraton Yogyakarta dalam hal pola dasar tata ruang, dikarenakan salah satu arsiteknya adalah Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengkubuwana I, yang juga menjadi arsitek utama keraton Yogyakarta. Kesamaan pola tata ruang sangat jelas terlihat pada letak alun-alun yang berada di utara dan selatan Keraton.
Jaman keemasan Keraton Surakarta dialami pada masa pemerintahan Sunan Paku Buwono X di tahun 1893-1939. Keraton Surakarta melakukan restorasi besar-besaran, dengan percampuran gaya arsitektur antara Jawa dan Eropa dalam nuansa putih dan biru.
Keraton Surakarta terletak tepat di pusat kota, berdekatan dengan beberapa landmark kota Solo, seperti Balaikota, Pasar Klewer dan Pasar Gede. Berarmo (SOC), agam sarana transportasi bisa digunakan untuk menjangkau lokasi, terutama sarana transportasi tradisional seperti becak dan andong.
Walikota Solo Joko Widodo (kanan) saat mengunjungi SMKN 2 Solo
Solo – Walikota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) akan terus mengawal Mobil Esemka sampai lolos uji emisi. Hal tersebut disampaikannya ketika berkunjung ke SMKN 2 Solo, Jumat (2/3).
Keinginannya tersebut begitu kuat karena bukannya tanpa alasan. Menurutnya, apa yang dilakukan untuk Esemka selama ini tak lain hanya membangun sebuah brand. Ia tidak ingin branding Esemka turun hanya karena Esemka belum bisa lolos uji emisi. Apalagi jika dikaitkan dengan jumlah pesanan yang sudah masuk selama ini.
“Ini kita bisa kehilangan momentum. Momentumnya bagus sekali. Kalau uji emisi lolos, jumlah pesanan bisa sampai 4 kali lipat,” katanya kepada wartawan. Untuk itulah, menurutnya alangkah baiknya saat ini lebih berkonsentrasi pada uji emisi ulang.
Setelah benar-benar lolos uji emisi dan sudah mendapatkan Surat Uji Tipe (SUT), baru dilakukan promosi secara besar-besaran terhadap Esemka. Jokowi, sapaan Walikota, menganggap euforia Esemka selama ini juga merupakan sebuah upaya untuk membangun branding terhadap mobil karya anak bangsa tersebut. “Ini merupakan bagian dari sebuah branding. Baru satu-dua bulan saja pesanan sudah berlimpah,” tuturnya.
Sementara, untuk pasar Esemka ke depan tetap akan melayani pangsa pasar Solo dan sekitarnya terlebih dahulu. “Mau melayani Soloraya dulu. Tahap kedua baru di Jawa Tengah dan seterusnya,” ungkap Jokowi.
(TIMLO.NET)

Tahun ini Kota Solo akan berulang tahun ke 267. Untuk memperingati hari jadi (harjad) kota tahun ini, Pemkot telah mempersiapkan berbagai kegiatan. Tema yang diangkat yaitu “Solo Nyaman Solo Berkesan”.

Rangkaian kegiatan hari jadi Kota Solo ke-267 Kota Sala Tahun 2012 akan dimulai tanggal 7 Februari 2012 dengan pemberian bingkisan dan penyuluhan AIDS oleh GOW Surakarta. Kegiatan ini akan dilaksanakan di LP Wanita Utama Pajang dengan sasaran 50 orang. Selain itu, juga pemberian bantuan buku perpustakaan kepada anak jalanan di Pasar Ledoksari oleh GOW Surakarta.

Bhakti sosial dilanjutkan dengan pemberian bantuan keramik untuk 500 rumah di Kelurahan Semanggi dari CSR Bank Jateng. CSR bank Tabungan Negara (BTN) juga akan diperuntukkan membangun 4 tempat MCK di Kelurahan Jagalan serta perbaikan 30 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kegiatan selanjutnya yaitu Ziarah ke makam leluhur Kota Solo pada tanggal 15 Februari 2012. Ziarah akan dilaksanakan di Makam Kyai Sala,Makam Ki Ageng Henis dan Makam Kyai Yosodipuro. Kegiatan ini akan diikuti oleh Jajaran Pemkot Solo, Putra Putri Solo, Purna Paskibraka, Karang Taruna, dan dari DHC 45.

Pada hari Jumat, 17 Februari 2012 akan dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Solo di Stadion R. Maladi. Sebelum pelaksanakan upacara, akan ditampilkan Tari Sesaji. Peserta dan undangan adalah perwakilan seluruh elemen masyarakat Solo, antara lain PNS, TNI/Polri, Akademisi, Ormas, dan Sesepuh Kota Solo. Setelah Upacara akan dilaksanakan Festival Jenang di Pasar Ngarsopuro.

Selain kegiatan tersebut, akan diadakan pula acara hiburan dan gelar seni pada Jumat (17/2) di Pendhapi Gedhe Kompleks Balaikota Surakarta. Hiburan dan gelar seni akan dimeriahkan oleh Musik Kulintang Sekar Gita Jakarta, Musik Kulintang Sanggar Palem Jakarta, Musik Kulintang SD Marsudirini, Seni “Swara Deling” Anak Boro Jagalan, serta Pagelaran Wayang Kulit dari PEPADI dengan dalang Ki Purbo Asmoro.

Festival Kethoprak juga akan memeriahkan hari jadi Kota Solo kali ini. Festival Kethoprak akan digelar pada tanggal 17 – 21 Februari 2012 di Taman Balekambang. Festival ini akan diikuti 11 grup yang terdiri dari 5 grup mewakili kecamatan se-Solo serta 6 grup dari wilayah Subosukawonosraten.

Sebagai kota karnaval, Pemkot juga akan menggelar Solo Karnaval pada hari Sabtu (18/2) dengan start Lapangan Kota Barat dan panggung kehormatan di Depan Plaza Sriwedari. Kali ini Solo Karnaval akan diikuti oleh 70 kelompok seni dengan jumlah peserta 1.500 orang dengan tema wayang.

Rangkaian acara terakhir adalah lomba burung berkicau. Lomba ini akan dilaksanakan pada hari minggu (26/2) di Taman Balekambang yang akan diikuti oleh 1.000 orang kicau mania se-Indonesia.

Menurut Asisten Administrasi Setda Kota Surakarta, Drs. S. Joko Pangarso, MM, untuk manajemen penonton telah disiapkan sebuah metode baru agar penonton bisa tertib dan tidak merangsek ke jalur kirab.

“Di sisi utara, ada komunitas mobil beraudio yang akan me-relay siaran langsung dari RRI. Mobil-mobil akan dijajarkan disepanjang rute kirab. Jadi selain untuk mengiringi kirab juga berfungsi sebagai pembatas antara penonton dan peserta kirab.” jelas Asisten Administrasi saat Jumpa Pers di Ruang Rapat Asisten Administrasi Setda Kota Surakarta, Senin (13/2).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa di sisi selatan jalan, akan diisi pula dengan komunitas sepeda motor. Sepeda motor akan diatur di sisi selatan jalan sekaligus membantu panitia dalam manajemen penonton.

Sebelum kirab, akan dilepas puluhan burung sebagai penanda bahwa Pemkot Solo bersama masyarakatnya peduli terhadap keseimbangan ekosistem. Ini juga sebagai penanda untuk menguatkan branding  Solo sebagai kota dalam kebun.
Solo Batik Carnival (SBC) adalah karnaval dengan menggunakan costum yang berbahan dasar Batik dengan  berbagai macam kreasi dan model. SBC ini sudah ada dari 2008,2009,2010,2011,dan sampai sekarang.Setiap tahunya SBC mengambil tema yang berbeda-beda.
SBC  pada tanggal 19-20 Februari 2010 sukses mengikuti Festival Chingay di Singapura dan, juga tampil pada pesta budaya Tong-Tong di Den Haag, Belanda, pertengahan April 2010.
Pada ajang internasional tersebut  di harapkan dapat "Mempromosikanlah potensi Solo sehingga para wisatawan yang ada di mancanegara  itu tertarik kepada budaya Solo dan mau datang kemari untuk menikmati keindahan seni budaya yang ada di kota Solo


Kota Solo saat ini sudah mempunyai Bus Tingkat Wisata. Desain bus tersebut berwarna merah dan dilengkapi tempat duduk yang nyaman. Ketinggiannya mencapai 4,5 meter dengan lebar layaknya bus pada umumnya, yakni sekitar 2,5 meter.  Bus tingkat ini hanya ditawarkan kepada wisatawan yang ingin berkeliling Solo.
Lokasi yang bisa dituju, antara lain Keraton Surakarta, Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Mangkunegaran, Museum Radya Pustakan dan sejumlah tempat lainnya. Bus tingkat dapat mengantar wisatawan sesuai keinginannya.

Bus Tingkat Werkudara
Bus tingkat wisata yang bertujuan untuk menarik wisatawan siap dioperasikan mulai 20 Februari  2011. Selain itu, bus tingkat ini juga berfungsi untuk mengenang masa lalu karena dapat diketahui keberadaan bus tingkat masih populer. “Dulu bus tingkat adalah bus reguler, kalau bus tingkat kali ini konsepnya berupa bus wisata dengan paket atau carter.



Solo — Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Kamis (10/11), ada wacana mengusulkan Almarhum Gesang Martohartono –Sang maestro musik keroncong yang menjadi legenda di Indonesia– menjadi pahlawan. Sebelumnya, Selasa (8/11), di Istana Negara Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada sejumlah tokoh, di antaranya Sri Susuhunan Paku Buwono X yang pernah menjadi Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Jokowi Siap Bantu Usulkan ke Kemensos  


Almarhum Gesang Martohartono tutup usia pada 20 Mei 2010 lalu atau saat mencapai usia 92 tahun.

 Sejumlah pihak berharap Mbah Gesang diusulkan untuk mendapat gelar pahlawan. Salah satu alasannya, Gesang dengan karya monumentalnya lagu "Bengawan Solo" telah membuat bangsa Indonesia menjadi semakin dikenal di dunia.
Wacana mengusulkan Gesang menjadi pahlawan disambut baik sekaligus didukung Walikota Solo, Joko Widodo. “Beliau (Almarhum Gesang –Red) adalah tokoh yang sangat layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Nama dan karyanya sangat melegenda tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional, mengharumkan nama Solo dan bangsa Indonesia. Sangat pantaslah kalau beliau dianugerahi gelar itu sebagai penghargaan,” kata Jokowi, di Solo, baru-baru ini.
Untuk mengusulkan seseorang menjadi pahlawan memang tidak mudah. Bahkan, tokoh sekelas HM Soeharto dan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (dua mantan presiden)  yang sebelumnya banyak diusulkan agar dianugerahi gelar pahlawan, hingga kini juga belum dikabulkan pemerintah.
"Harus dilakukan kajian-kajian ilmiah dan akademis, seminar dan workshop tentang kehidupan dan karya-karya Almarhum Gesang. Dan ketika semua persyaratan itu lengkap, saya akan berikan rekomendasi agar usulan itu bisa diterima untuk diproses di Kementerian Sosial," tambahnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, Budi Suharto, mengatakan, apa yang telah ditorehkan dari sepak terjang Almarhum Gesang perlu dikuatkan. "Artinya perlu penguatan monumental yang menjadi prestasi Almarhum Gesang selama hidupnya,” ujarnya. (*/berbagai sumber)